MENCEGAH PENULARAN HIV AIDS ADALAH “PILIHAN YANG TEPATâ€
Jakarta, 29 Nopember 2012 : Dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun 2012 Panitia Nasional Hari Aids Sedunia (HAS) 2012,bekerja sama dengan BKKBN melaksanakan teleconference dengan para pelaksana kegiatan kampanye pencegahan HIV/AIDS provinsi di seluruh Indonesia. Yang dikemas dalam bentuk Seminar Nasional “Membangun Ketahanan Keluarga Untuk Mencegah Penularan HIV-AIDS” yang diikuti oleh Pusat dan seluruh Provinsi se Indonesia.
Pelaksanaan seminar ini dilaksanakan dengan mengacupada Tema peringatan HAS 2012 yaitu “Lindungi Perempuan dan Anak dari HIV dan AIDS”
Seminar dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar. Dalam arahannya Ibu Menteri mengungkapkan perlunya komitmen yang kuat dari Kementerian/Lembaga untuk bersama-sama berupaya dalam melakukan upaya pencegahan penularan HIV dan AIDS.
Saat ini data menunjukaan bahwa penyebaran HIV dan AIDS juga dijumpai pada ibu rumah tangga dan anak. maka diperlukan komitmen yang kuat dari segala pihak untuk melindungi perempuan dan anak dari HIV dan AIDS.
Narasumber dalam Seminar kali ini adalah Plt. Kepala BKKBN, Drs. Subagio MA, Dirjen P2PL Kemenkes, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kasubdit AIDS dan IMS, Kemenkes, dr. Siti Nadia serta Sekretaris KPA Nasional, dr. Kemal Siregar.
Seminar mendapat sambutan yang sangat baik dari seluruh provinsi se Indonesia, dilihat dari jumlah kehadiran peserta di seluruh provinsi yang bertempat di kantor perwakilan BKKBN dan kehadiran para pesrta pusat dari Kementrian dan Lembaga tingkat pusat yang tegabung dalam Panitia Hari AIDs Sedunia tahun 2012 di Ruang NKKBS BKKBN Pusat.
Beberapa catatan yang menjadi perhatian dari seminar ini adalah agar tidak terkena HIV-AIDS, mencegah adalah pilihan yang tepat, maka diperlukan upaya besar untuk Promosi pencegahan HIV-AIDS karena dirasakan masyarakat masih memiliki persepsi rendah mengenai dampak HIV/AIDS.
Diharapkan dengan meningkatnya pengertian masyarakat dan keluarga tentang HIV/AIDS akan membantu menghilangkan stigma (cap buruk) dan diskriminasi terhadap penduduk yang hidup dengan HIV .
Untuk terhindar dari HIV-AIDS kita semua harus terus berupaya untuk mencari pengetahuan tentang penyebaran virus HIV-AIDS dan bangga serta bersyukur apabila tahu persis bagaimana caranya agar diri kita tidak terkena HIV-AIDS. Artinya kita harus memiliki jiwa yang tegar dan kita harus kuat dan mampu menolak segala tindakan yang beresiko tertular HIV-AIDS dan menjadikan KELUARGA harus menjadi benteng utama upaya pencegahan HIV dan AIDS.
Pada kesempatan itu Kepala BKKBN menegaskan bahwa BKKBN akan terus menjadi bagian dari upaya besar yang dilakukan pemerintah bersama seluruh komponen masyarakat untuk mencegah penyebaran HIV dan AIDS (Ditkespro)